Alumni SMAN 1 Pekalongan ; Selalu Ada yang Kembali – untuk Berbakti

Alumni SMA Negeri 1 Pekalongan yang lazim disebut Askarlo (Alumni SMA Kartini Pekalongan) saat ini tersebar di belahan bumi Indonesia, bahkan di dunia internasional. Mereka telah menjadi orang-orang yang cukup berpengaruh di bidangnya. Berawal dari menjadi siswa yang tekun belajar dan pantang menyerah, tidak heran bila di kemudian hari mereka menjadi para pemimpin yang mumpuni. Situasi kompetitif namun penuh dengan keakraban menjadikan siswa SMA 1 terus memacu diri untuk menjadi yang terbaik dalam suasana penuh persahabatan dan kekeluargaan. Dan jalinan keakraban itu tak pudar oleh bergulirnya waktu. Tidak hanya dengan sesama teman, dengan guru-guru pun, mereka membangun hubungan yang baik. Mereka menempatkan guru-guru di satu sisi spesial di relung hati mereka dengan sebuah kesadaran diri bahwa guru adalah salah satu faktor pendukung keberhasilan mereka. Ibarat bangunan gedung yang megah, peran guru adalah dinding-dinding yang menyangganya. Mungkin tiap siswa menganalogikannya berbeda-beda; bisa jadi ada yang menganggap peran guru sebagai fondasi karena menurutnya guru adalah sosok yang memberikan dasar-dasar pemahaman tentang hidup dan kehidupan. Tiap-tiap orang mempunyai persepsi yang berbeda tentang makna guru dalam kehidupannya berdasarkan pengalaman personalnya. Dan ketika mereka telah lama berpisah , sebagian dari mereka kembali, menumpahkan kerinduan dengan teman-teman seangkatan, bercerita tentang lika-liku dan ups and downs nya jalan takdir masing-masing sampai akhirnya mereka berada di puncak kesuksesan, minimal dalam level kemapanan hidup. Dan dalam berkumpulnya mereka, mereka selalu menghadirkan guru-guru mereka, mengekspresikan terima kasih dan tanda bakti mereka pada guru-guru tercinta.

Minggu lalu, 14 April 2018, alumni angkatan 1993, yang dimotori oleh Fredi Candra, Idris Satria, Bisri, Venna, dll, menyelenggarakan reuni perak,- Silvereunion-, di halaman SMAN 1 Pekalongan. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang sukses di berbagai bidang. Mereka kembali ke SMAN 1 Pekalongan dengan semangat berbakti untuk guru-guru dan masyarakat. Kegiatan sosial donor darah, pengobatan gratis dan pembagian sembako tentunya sangat bermanfaat untuk masyarakat sekitar. Kepada guru-guru dan karyawan ,-baik yang sudah purna tugas maupun yang masih aktif,- mereka memberikan tali asih yang pasti bermanfaat buat mereka. Tidak sekedar itu, para orang sukses itu dengan rendah hati melayani para Bapak/Ibu guru dan karyawan menyuguhkan makanan dan minuman. Padahal di kantor, mereka biasanya dilayani oleh anak buah mereka tentunya.  Marvelous. Sebuah bentuk berbakti – yang mengabaikan gelar, pangkat, dan kedudukan.

Sebelumnya, masih dari salah satu alumni Angkatan 1993, Fredy Candra, memberangkatkan guru-guru yang mengajarnya ke Malaysia dan Singapura. Selain itu, ada Hepi Trenggono, yang setiap tahun menyelenggarakan training motivasi untuk siswa kelas XII SMA N 1 Pekalongan dengan mengeluarkan dana tak kurang dari 30 juta untuk mengobarkan semangat kelebihbaikan pada siswa, ada Angkatan 1992 dan 1996 yang menyumbang masjid dan memberikan beasiswa pada siswa kurang mampu, ada yang menyumbang komputer lebih dari 20 unit untuk keperluan UNBK, ada Imam Baihagi yang menggagas Yayasan Peduli Pendidikan Bangsaku untuk memberi dana stimulus studi lanjut untuk siswa SMA 1 Pekalongan yang kurang mampu, dan alumni-alumni lain yang peduli kepada guru dan sekolahnya. Selain itu, alumni yang tersebar di berbagai instansi, mereka selalu dengan senang hati membantu guru-gurunya sesuai bidangnya masing-masing. Ada dr. Hisyam, dr. Basyir, dr. Fanny, dr. Nadia, dr. Sandi, dr. Fardika, dan dokter-dokter lain, alumni SMA 1,  yang selalu takzim dan melayani sepenuh hati ketika guru-gurunya menjadi pasiennya. Ada alumni yang menjadi pegawai Bank, notaris, pengacara, polisi, perawat, dan lain-lain yang siap membantu guru-gurunya bila mereka membutuhkan bantuan mereka. So awesome. Barokallohu lakum.

Mereka semua pasti percaya bahwa berbakti dan hormat pada guru adalah salah satu jalan datangnya keberkahan dalam kehidupan mereka. Itulah istimewanya alumni SMAN 1 Pekalongan. Semoga terus begitu, untuk Angkatan berapa pun, seiring dengan bergesernya standar nilai moral dan etika. Salam sukses untuk semua alumni-teruslah menebar kebajikan dan mengupayakan kelebihbaikan.

Tinggalkan Komentar atau Pesan Anda Disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Website Security Test
%d bloggers like this: